Cyber Bullying Mario Siyulan

 Cyber Bullying


Di jaman sekrang ini, semua sudah modern. Mulai dari teknologi, kendaraan, hingga gaya hidup. Di kalangan anak-anak dan remaja saat ini kerap terjadi cyber bullying, mulai dari di game ( biasanya mereka memakai kata-kata yang tidak pantas untuk dilontarkan kepada lawan main mereka) hingga di sosial media juga. Cyber bullying adalah segala bentuk kekerasan yang dialami anak atau remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui internet. Cyber bullying yaitu terjadi dimana seorang anak atau remaja diejek, dihina, diintimidasi, atau dipermalukan oleh anak atau remaja lain melalui media internet, teknologi digital atau telepon seluler. Cyber Bullying ini sudah sering menyebabkan mental orang lain down, bahkan sering membuat orang lain merasa ‘insecure’ terhadap dirinya sendiri.

Anak-anak dan remaja sekarang sudah mahir menggunakan teknologi dan mengakses internet. Sosial media saat ini sedang digandrungi oleh remaja. Dengan aktif di sosial media seorang anak bisa dinilai 'gaul' oleh anak lainnya sehingga seorang anak ini tidak mau kalah dengan teman-teman lainnya. Emosi remaja masih tergolong labil, sehingga kerap mengekspresikan diri dan tidak dapat mengontrol dirinya, sampai bertindak bully terhadap temannya sendiri. Misalnya, menghina atau mempermalukan teman sekolah melalui sosial media seperti instagram yang kerap dijadikan meraka sebagai ujaran kebencian kepada teman sekolah yang mereka benci. Apalagi kalau yang mereka bully itu adalah orang yang memiliki mental yang rapuh. Pasti akan berpengaruh dan berdampak besar terhadap kehidupannya sehingga ia yang awalnya seorang periang menjadi seorang pemurung. Pasti sifatnya juga akan berubah 180 derajat dari biasanya.

Contoh yang kita bisa ambil adalah kematian artis remaja korea yang bernama Suli yang viral tahun lalu dikarenakan bunuh diri. Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena sering dibully oleh para netizen di seluruh dunia sehingga menyebabkan depresi yang teramat berat sehingga ia mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. Terkadang orang yang membulinya tidak memikirkan apa dampak buruknya. Orang yang ia ejek tersebut bisa kecewa, sedih, hingga merasa tertekan, dan bisa menarik diri dari lingkungannya karena tidak punya rasa percaya terhadap dirinya sendiri. Hal ini sangat merugikan dan membuat orang lain mendapatkan efek negatif atas perbuatan cyber bullying.

Peran orangtua sangatlah penting untuk menjauhkan anak-anak dari perbuatan bully. Orang tua perlu mengontrol aktivitas digital yang dilakukan anak. Orangtua juga perlu mengerti tentang dunia cyber(digital), seperti sosial media. Selain itu, orangtua maupun yang dekat dengannya sangat perlu mengajak bicara anak tentang apa dampak negatifnya dari perbuatan bully. Karena tak ada seorangpun yang rela dirinya menjadi korban bully yang dilakukan teman-teman mereka. Juga untuk para orang tua diharuskan untuk melakukan pembatasan terhadap sosmed kepada anak juga karena sebagai orang paling terdekatnya, pasti kita akan melakukan apapun untuknya. Bukan hanya orang tua saja yang memberikan dukungan, temannya juga harus melakukannya. Temannya pun musti memberikan support kepada anak itu agar mentalnya tidak down lagi juga sebagai teman harus menasehatinya agar tidak selalu berpatok pada sosmed seta tidak merasa ‘insecure’ atas dirinya. Dampak bullying sangatlah besar terhadap korbannya. Sepatutnya kita menyadarkan orang- orang disekitar kita Agar hal ini tidak menimpa anak-anak maupun teman-teman kita maupun mereka disekitar lingkungan kita.




















Nama : Mario Heindrich Siyulan

Kelas : XE IBNU KHALDUN 

Sekolah : SMA AL-AZHAR MANDIRI PALU


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cyber Bullying